Postingan

2.3.a.4.1.Eksplorasi Konsep | Modul 2.3

Gambar
Konsep Coaching secara Umum dan Konsep Coaching dalam Konteks Pendidikan Rumani Dyah Candrawati CGP Angkatan 10 Kota Batam Coaching didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999). Sedangkan Whitmore (2003) mendefinisikan coaching sebagai kunci pembuka potensi seseorang untuk untuk memaksimalkan kinerjanya.  2.1.1 Konsep Coaching secara Umum Salam Guru Penggerak Tergerak.. bergerak.. dan Menggerakkan... ***

MULAI DARI DIRI | Modul 2.3

  Coaching untuk Supervisi Akademik Rumani Dyah Candrawati CGP Angkatan 10 Kota Batam Pada awal pembelajaran Modul 2.3, CGP dimita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan reflektif terkait supervisi akademik dan pengembangan kompetensi diri.  Berikut ini hasil paparan dari beberapa pertanyaan reflektif tersebut:  Demikian tulisan saya, sempga bermanfaat Salam Guru Penggerak...  Tergerak.. bergerak.. dan menggerakkan,,, ***

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2

Gambar
  PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL Rumani Dyah Candrawati CGP Angkatan 10 Kota Batam Bapak ibu Calon Guru penggerak....  Pernahkah Anda mengalami kesulitan dalam menjalani peran Anda sebagai pendidik? Pernahkan Anda merasakan adanya beban berat dalam rutinitas sehari - hari...? Bagaimana perasaan bapak ibu... emosi bapak ibu...? Bagaimana perilaku yang bapak ibu tunjukkan saat berada di titik kesusahan tersebut? Untuk menjawab situasi di atas, mungkin ada beberapa jawaban yang akan muncul. Emosi yang lepas kontrol, jenuh, kewajiban jadi terbengkalai, atau kondisi lain yang mungkin terjadi.  Modul 2.2 mengajarkan tentang bagimana mengembangkan kompetensi Sosial dan Emosional, baik bagi seorang pendidik maupun bagi siswa. Pembelajaran sosial dan emosional ini merupakan pembelajaran yang membutuhkan kolaborasi antara seluruh komunitas sekolah. Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan siswa dapat memahami dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap positif t...

KERANGKA KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL

Kompetensi Sosial dan Emosional yang harus ditingkatkan dan diintegerasikan dalam pembelajaran, harus mampu mencakup beberapa kompetensi sebagai berikut: 

ARTIKEL PENDIDIKAN

Gambar
 Upaya Guru Fiqih dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di Pondok Pesantren Al Falah Putak Gelumbang Muara Enim Sumatra Selatan Penulis           : Sulton Aulia Kelas      : PAI A Jurusan       : S2 Pendidikan Agama Islam   Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan, terutama dalam pembelajaran fiqih di pesantren. Di Pondok Pesantren Al Falah Putak Gelumbang, guru fiqih berperan sentral dalam memotivasi siswa untuk belajar dengan giat dan bersemangat. Artikel ini akan mengulas berbagai upaya yang dilakukan oleh guru fiqih untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Turyadi, Abdul Adib, dan Norma Fitria. Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggabungkan...

KONEKSI ANTAR MATERI | MODUL 2.1

Gambar
PEMBELAJARAN  BERDIFERENSIASI Rumani Dyah Candrawati CGP Angkatan 10 Kota Batam Tahukah Anda tentang Pembelajaran Differensiasi???? Istilah pembelajaran differensiasi sering kita dengar dalam dunia pendidikan, terutama saat Kurikulum Merdeka mulai diterapkan sebagai kurikulum sekolah. Siswa gagal dan tidak naik kelas, tidak diharapkan terjadi dalam dunia pendidikan, Hal ini didasari karena setiap anak memiliki potensi dan mereka berhak untuk mendapatkan pembelajaran sesuai dengan Fase pertumbuhannya.  Salah satu contoh yang dianggap sebagai bentuk pembelajaran diferensiasi adalah dengan memberikan soal yang berbeda kepada siswa. Misalnya, untuk siswa yang pintar diberikan soal level 5 yang cenderung sulit, sedangkan untuk siswa yang kurang pintar diberikan soal level 2 yang cenderung mudah. Contoh tersebut hanya melihat bahwa pembelajaran diferensiasi diberikan kepada siswa yang memiliki perbedaan intelektual / kepintaran.  Namun, apakah pembelajaran Differensiasi hanya s...

The Equalizer - Tomlinson

Gambar
Tombol Equalizer merupakan perspektif bagaimana kita menentukan tingkat kesiapan murid dalam beajar. Tomlinson (2001: 46) mengatakan bahwa merancang pembelajaran mirip dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar CD. Saat Anda mengajar, menyesuaikan “tombol” dengan tepat untuk berbagai kebutuhan murid akan menyamakan peluang mereka untuk mendapatkan materi, jenis kegiatan dan menghasilkan produk belajar yang tepat di kelas Anda Perspektif tombol Equalizer tersebut adalah sebagai berikut:  Bersifat mendasar - Bersifat transformatif Saat murid dihadapkan pada sebuah ide yang baru,  yang mungkin belum dikuasainya, mereka akan membutuhkan informasi pendukung yang  jelas, sederhana, dan tidak bertele-tele untuk dapat memahami ide tersebut.  Mereka juga akan perlu waktu untuk berlatih menerapkan ide-ide tersebut.  Selain itu, mereka juga membutuhkan bahan-bahan materi dan tugas-tugas yang bersifat mendasar serta disajikan dengan cara yang membantu...